Http://www.blogger.com

Sunday, October 30, 2016

RAHASIA DIAM

RAHSIA DIAM

penyaksian: diri yang sebenar-benar-nya diri yang murni (diri yang lagi satu, yang berada di alam Wahdah)—
yang serupa tetapi tidak sebanding..kerana hanya dia yang maha ADA..
kenapa tidak sebanding..
(kerana) nyawa hamba hanyalah bayang..tiada.. ada
gerak ada diam..

Seorang salik  akan memasuki satu keadaan seperti keadaan  orang yang sedang tidur ataupun istilah yang biasa didengar ‘mati sebelum mati’, ataupun dengan istilah yang mudah ‘diam’, iaitu fikiran tidak bergerak, batin dan jasad juga tidak bergerak.
Qs Az Zumar 39:42:

Allah mematikan manusia (memegang rohnya) ketika mati, dan bagi yang belum mati di dalam tidurnya, lalu Allah menahan roh orang yang telah ditetapkan kematiannya dan melepaskan roh orang yang lain (tidur) sampai waktu yang ditentukan.
(Bagi salik yang mencapai tahap ini ia berpeluang untuk memasuki alam ruh dengan izin Allah).
Keadaan diam ini dilakukan supaya pencinta mencapai keadaan ‘mati sebelum mati’ atau ‘keadaan semacam orang tidur’.

Untuk mencapai keadaan ini, diam ini perlulah berhujung kepada hilangnya semua perasaan dan fikiran, sehingga tercapai keadaan ketiadaan rasa apa-apa pun, tetapi masih dalam kesedaran.
,,,,Diam itu tidak bergerak
,,,,Tidak bergerak itu mati
,,,,Mati itu hakikat tiada
,,,,Tiada itu adalah kekosongan
(hanya ada Allah)

Sebelum salik mencapai makam diam ini, salik  perlu melepasi beberapa tahapan sebelumnya iaitu:
* Fana Rasul
* Fana Allah
* Baqa Allah
* Liqa Allah (aspek wujud Allah).

Bagi pencinta Allah ingatlah bahawa:
* Diam itu adalah singgahsana NYA
* Diam itu adalah Hakikat Muhamad (Wahdah)
* Diam itu adalah sumber Kun Fayakun
*Diam itu mengangkat salik ke makam Insan Kamil Mukamil.
* Tanpa proses ‘diam’ ‘kepongpong tidak akan menjadi kupu-kupu’.

Jelaslah sangat penting proses  diam ini,, umpama menunaikan haji di Mekah, tanpa wukuf di Arafah,, maka tiadalah haji. (ia tidak boleh diganti dengan diam), perlu dilakukan sendiri.

Memang di dalam berhubungan dengan Allah diam pada rahsianya : sebab di nafas kita ada nafas naik..dan ada nafas..turun, ada pula nafas yang tidak turun tidak naik.. seperti mati..atau bertahan,
manakala nabi sebelum menerima mikraj ..menerima sholat 5 waktu..ada sholat tubuh, ada sholat nyawa, dan ada sholat rahsia..inilah kesempurnaan daripada sholat.. ditambah sholat 5 waktu.
adapun sholat:tubuh gerak ditubuh tiada lainnya..iradat Allah semata, sholat nyawa:puji di nafas, tiada lain allah memuji dirinya apa lagi di saat terjaga mahupun tidur, sholat rahsia Segala puji tiada lainnya di saat sampai waktu…mudahan bermampat. ........
yang di namakan puji qadim bagi qadim ana wala ana…

Thursday, October 27, 2016

JANJI ALLAH ITU PASTI

JANJI ALLAH ITU PASTI

LA YA ZUK, WALA YA ARIF
Maksudnya: “Hanya yang menikmati sahaja yang tahu rasanya”.
“ANA SIRRI WA ANA SIRRUHU”
Maksudnya: “Aku rahsiamu dan kamu rahsia Aku”.
“LA MAUJUD BIL HAQQI ILALLAH”
Maksudnya “Tiada yang wujud hakiki, selain Allah”.

Hadis Qudsi: Allah s.w.t berfirman: “Aku menurut sangkaan hamba kepada-Ku, dan Aku bersamanya apabila dia INGAT kepada-Ku. Jika dia INGAT kepada-Ku dan dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia INGAT kepada-Ku dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil.

Soalnya bagaimana mahu INGAT, jika belum KENAL? Inilah yang akan dipelajari. KENAL Allah barulah dapat sebenar-benar INGAT Allah.

PERLU DIINGATKAN Belajar Ilmu Mengenal Diri ini adalah untuk pegangan tauhid dan mengesakan Allah sebagai bekalan dihari kemudian. Jika dunia yang kita kejar, belum tentu akan tercapai tetapi jika akhirat yang kita kejar, dunia akan ikut bersama. Janji Allah itu PASTI.

Belajar Ilmu Mengenal Diri Ini:
BUKAN untuk menjadi hebat
BUKAN untuk menjadi kuat
BUKAN untuk dapat melihat alam ghaib
BUKAN untuk ghaib dari pandangan
BUKAN untuk dapat berjalan di atas air
BUKAN untuk boleh terbang
BUKAN untuk menjadi bomoh
BUKAN untuk menjadi kebal dan sebagainya.

MUWAHHID

MUWAHHID

Muwahhid fana dalam zat, zatnya lenyap dan Zat Mutlak yang menguasainya.
Hal bagi muwahhid ialah ;
,,,,dirinya tidak ada, yang ada hanya Allah Swt Orang ini telah putus hubungannya dengan kesadaran ***Basyariah dan sekalian Maujud***.

,,,,Kelakuan atau amalnya tidak lagi seperti manusia biasa kerana dia telah terlepas dari sifat-sifat kemanusiaan dan kemakhlukan,,,,.

Misalkan ; ,,,
  """dia bernama Ahmad, dan jika ditanya kepadanya di manakah Ahmad, maka dia akan menjawab Ahmad tidak ada, yang ada hanyalah Allah! Dia benar-benar telah lenyap dari ke‘Ahmad-an’ dan benar-benar dikuasai oleh ke‘Allah-an’. Ketika dia dikuasai oleh hal dia terlepas daripada beban hukum syarak. Dia mungkin melaungkan,
***“Akulah Allah! Maha Suci Aku! Sembahlah Aku!” Dia telah fana dari ‘aku’ dirinya dan dikuasai oleh ; **Kewujudan ‘Aku Hakiki**,
   Walau bagaimana pun sikap dan kelakuannya dia tetap dalam keredaan Allah Swt,
   Apabila dia tidak dikuasai oleh hal, kesedarannya kembali dan dia menjadi ahli syariat yang taat. Perlu diketahui bahawa hal tidak boleh dibuat-buat dan orang yang dikuasai oleh hal tidak berupaya menahannya.

   Ahli hal karam dalam kelakuan Allah Swt,,,
Bila dia melaungkan , “Akulah Allah!” bukan bermakna dia mengaku telah menjadi Allah Swt """""tetapi dirinya telah fana,""""
,,,,, apa yang terucap melalui lidahnya sebenarnya adalah ;; """dari Allah s.w.t. Allah Swt yang mengatakan Dia adalah Allah dengan menggunakan lidah muwahhid yang sedang fana itu Amin...........

MNGUPAS TENTANG PEMAHAMAN SYARI'AT

MENGUPAS TENTANG PEMAHAMAN SYARI'AT

Tanpa menerima dan memahami PEMAHAMAN tentang NUR MUHAMMAD !
Maka TIDAK ADA MUSLIM yang BOLEH MENGENAL DIRI SEBENAR-BENARNYA DIRI !
Apalagi mengenal ALLAH SWT sebagai TUHANNYA sendiri ...
Kebenaran adanya ILMU tentang NUR MUHAMMAD disampaikan Oleh para ULAMABILLAH yang mendapatkan amanah langsung dari Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW berkata :
”Sesungguhnya ada sebagian ilmu yang di ibaratkan permata yang terpendam, tidak dapat mengetahuinya... kecuali ULAMABILLAH, Apabila mereka mengungkapkan ilmu tersebut...
maka, tidak seorang pun yang membantahnya! Kecuali orang-orang yang tidak paham tentang Allah Swt.

Jadi... WAJAR dan BOLEH DI MAKLUMI jika banyak komen yang MEMBANTAH KEBENARANNYA bahkan mengatakan SESAT dan KAFIR kerana mereka termasuk orang–orang yang tidak paham tentang Allah Swt.

NUR MUHAMMAD

Pemahaman tentang NUR MUHAMMAD sangat penting
dalam ILMU MA'RIFATTULLAH..
Agar memudahkan umat Islam untuk memahami dan juga menjelaskan ALLAH ADA PADA DIRI TIAP MANUSIA..
Yang tersirat dalam beberapa ayat yang ada di AL-QUR'AN dan juga di Hadist, seperti :

1. Menjelaskan dan memahami Bahwa ALLAH SWT ada pada diri manusia sebagaimana yang di isyaratkan dalam surat QAF 16 :
" Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya "

kalimat ".....Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya ..." bukan diartikan sebagai MALAIKAT YANG LEBIH DEKAT DARIPADA URAT LEHERNYA tetapi ALLAH SWT memang ada pada diri manusia yang menghidupkan manusia namun bukan sebagai DZAT MAHA MUTLAK ALLAH.

2. Hadist QUDSI...
Sesungguhnya langit dan bumi tidak mampu untuk menampung Aku ( ALLAH ), hanya HATI orang yang beriman yang sanggup menerimanya "

3. Hadist QUDSI :
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW : ” Wahai Rasulullah ! Dimanakah Allah ? Di bumi atau di langit ? ”
Rasulullah SAW menjawab, Allah Ta’ala berfirman :
Tidak termuat AKU oleh bumi-Ku dan lelangit-KU dan termuat Aku oleh qalbu hamba-hamba-Ku yang mu’min, yang lemah-lembut, yang tenang tenteram “

Sesungguhnya semua petala langit dan bumi akan menjadi sempit untuk merangkul AKU akan tetapi Aku mudah untuk direngkuh oleh qalbu seorang mukmin “

4. Rasulullah SAW Bersabda :
Allah SWT berfirman :
Sesungguhnya semua petala langit-Ku dan bumi-Ku menjadi sempit untuk merangkul-Ku, akan tetapi Aku mudah untuk dirangkul oleh qalbu hamba-Ku yang mu’min....

SABDA RASUL
Sabda Rasulullah SAW : " Semua kamu (yang berfikir) tentang Zat Allah adalah orang dungu. Percubaan akal untuk menembusi Hijab Keteguhan adalah sia-sia. Jika dipaksa juga tidak ada yang ditemui melainkan kemungkinan menjadi gila."

Begitulah makrifat Allah s.w.t melalui akal... jadi sayugianya Matikan dirimu/akal untuk mencapai hakikat Allah dengan pencarian Laduni !

Nabi SAW bersabda : “Mman wajadallah wajada kulla syai, man faqadallah faqada kulla syai”
Artinya : Barang siapa kenal kepada Allah maka ia akan mendapatkan segala-galanya.. Barang siapa yang kehilangan Allah (tidak kenal Allah) maka ia kehilangan segala-galanya.”

DARI ABU HURAIRAH R.A :

Aku telah hafal dari Rasulullah dua macam ilmu : Pertama.. Ialah Ilmu yang Aku Di Anjurkan Untuk Menyebarluaskan (Mengajarkan) kepada Sekalian Manusia.
Dan yang Kedua.. Ialah Ilmu yang Aku Tidak Di Perintahkan Untuk Menyebarluaskan (mengajarkan) kepada Manusia.
Maka Apabila Ilmu Ini Aku Sebarluaskan Nescaya Engkau Sekalian Akan Memotong Leherku.

Dan....
Berkata Saidina ALI BIN ABI THALIB Ra :
Ya Tuhanku, mutiara sesuatu ilmu itu jikalau aku nyatakan dengan berterus terang nescaya akan dikatakan orang kepada aku : Engkau (Ali) adalah orang yang menyembah berhala. Dan sesungguhnya ada orang-orang Islam yang menghalalkan darahku. Mereka itu melihat perbuatan yang paling jahat yang mereka lakukan itu sebagai Perbuatan baik.”

Berdasarkan PERNYATAAN para sahabat tersebut diatas, maka sangat jelas bahwa NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW " SEOLAH - OLAH " mengajarkan AJARAN YANG SESAT DAN MENYESATKAN SEHINGGA DI RAHSIAKAN.....

Tapi.....
Justru dengan AJARAN YANG " SEOLAH - OLAH " SESAT DAN MENYESATKAN ITU KEIMANAN DAN KETAQWAAN PARA SAHABAT MENJADI SANGAT KUAT/KUKOH.

SIAPAKAH AKU DIPANDANGAN SUFI

SIAPAKAH AKU PANDANGAN SUFI

Pernahkah anda terfikir siapakah AKU itu?
Pernahkah anda terbayang apakah AKU kita itu?
Sebenarnya AKU kita ini adalah RUH kita, bukan badan kasar ini. Badan kasar ini akan mati sekiranya tiada RUH. Sekiranya tiada RUH, badan kita akan hancur binasa.
  
   RUH kita inilah diri kita yang sebenarnya,.RUH ini hidup dan tidak akan mati. RUH inilah juga Zat diri kita.

    RUH ini juga limpahan Yang Maha Hidup yaitu Allah SWT. Allah itu hidup. Dia mempunyai sifat hidup. Maka hidup(RUH) kita adalah limpahan dari hidup Allah itu.

   RUH ini juga digelar “bayangan” Yang Maha Hidup itu. RUH itu bayang kepada Yang Empunya Bayang. Yang Empunya Bayang itu ialah Allah, dan RUH kita itu adalah “bayangan” Allah itu. Demikian pendapat-pendapat ahli-ahli Sufi.
Allah itu tidak kelihatan, Maha Ghaib dan tidak ada satupun yang seumpama denganNya. Bagaimana kita dapat tahu adanya sesuatu yang tidak kelihatan dan tidak terperikan. Ibarat angin, kita tidak nampak angin, tetapi bagaimana kita tahu angin sedang bertiup dan angin itu ada? Jawabnya,
    ***kita tahu adanya angin itu kerana ada kesannya. Bila daun pokok bergoyang, kita tahu angin sedang bertiup. Kalau kita rasa hembusan, maka itu adalah hembusan angin, sebagainya. Goyangan daun dan rasa hembusan itu adalah tanda-tanda adanya angin. Kita tidak nampak angin tetapi kita tahu adanya angin melalui tanda-tandanya.

   Demikian jugalah keadaannya dengan Allah SWT. Kita tidak nampak Dia, tetapi kita rasa dan percaya adaNya melalui tanda-tandaNya. Tanda-tanda Allah itu ialah alam semesta raya ini. Tanda-tanda ini dalam bahasa Arab ialah Hayat.......
Oleh itu, alam semesta raya dan diri kita ini adalah Hayat Hayat Allah belaka.

   RUH sangat tinggi martabatnya, melebihi peringkat malaikat. Tempatnya di sisi Allah yang Maha Tinggi. RUH inilah yang mengenang Allah (zikrullah) seolah-olah kerjanya mengenang Allah sahaja. Seolah-olah makan minumnya “zikrullah” sahaja.

  RUH yang suci ini sentiasa mentauhidkan Allah Yang Maha Suci. Tauhid padanya ialah menyekutukan Allah.
   RUH ini sangat cinta kepada Allah SWT. Ia memuja dan memuji Allah sentiasa. Allah itu kekasihnya.
   Cukuplah Allah itu baginya.
Demikian perhubungan Allah dengan RUH, menurut pandangan ahli-ahli Sufi.......

PINTU MAKRIFAT

PINTU MAKRIFATULLAH

Sebelum ada ciptaan, Allah swt sahaja yang ada. Nabi Muhammad (saw) ada bersabda yang bermaksud:

Pada permulaan Allah swt sahaja ada dan tiada apa pun ada sebelumNya.

Apabila Allah swt mahu menjadikan ciptaan kesemuanya, Dia hanya berfirman, “Jadilah” maka kesemua ciptaan terjadi.

Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu maka Allah hanya cukup berkata kepadaNya, “Jadilah” lalu jadilah dia. Ali Imran (3):47; An Nahl (16):40.

Kalau Allah swt sahaja yang ada pada permulaan maka daripada sumber mana datangnya segala sesuatu? Kalau pada permulaan ada wujud yang lain selain Allah swt maka runtuhlah tauhid.

Soalan ini masih janggal dan sangat rumit dan susah kerana: apakah hubungan di antara Pencipta dan ciptaan? Adakah Pencipta dan ciptaan wujud berasingan. Kalau ini benar, ia meruntuhkan tauhid kerana ada sesuatu yang wujud selain daripada Allah swt. Ataupun adakah kedua-duanya sama, ini pula akan memperkuatkan keyakinan yang mutlak (melihat Allah  pada setiap ciptaan).
Setiap Ciptaan..... Aku menyatakan diri Aku Allah swt..

ASAL MUASAL DIRI ALAM MAKRIFAT

ASAL MU ASAL DIRI ALAM MAKRIFAT

Maka  Allah lingkupnya di Nur Muhammad itu sendirinya
di dalam perkataan KUN FAYAKUN
dan Nur MUhammad itu sendiri di dalam lingkup daripada Nur Zat

semesta sekalian alam semesta ini perbuatan Nur juga

m a k a

barang siapa belum tahu jalan ini
jangan membaca ini

kerana akan menjadikan sesat kepada dirinya
dan jika sudah tahu ...

b a c a l a h pada yang tahu.....

kerana ini ilmu yang haq ...

Syariat tanpa Hakikat hampa
Hakikat tanpa Syariat bathil atau sia-sia

adapun yang bernama RAHSIA itu Sir ALLAH jua

adapun kita ini bertubuhkan Muhammad zahir dan bathin

bertubuhkan Ruh namanya
maka
Tiada kita kenang-kenang lagi
hati dan tubuh hanya bertubuh bathin saja
namanya artinya Muhammad jua yang jadi tubuh kita ini

jadi hakikatnya kita ini bertubuhkan Ruh Idhofi juga
sebab
Muhammad itulah yang bernama Rahsia Sir Allah

adapun UJUD itu Ujud Allah Ta'ala

sekali lagi jangan ada ujud lain daripada Allah Ta'ala
inilah sebenarnya diri

begitu pula kelakuan jangan ada yang lain
kerana jika ada menjadi Nafsiah Hamba juga

adapun Nafsiah Robbah itu tidak menerima salah satu
melainkan suci zahir bathin

Zat artinya Ujud Allah semata-mata

itulah yang sebenar-benarnya diri kita
jangan ragu lagi pada kata ini

baik berjalan itu Ujud Allah
melihat itu Bashar Allah
dan berkata-kata itu Kalam Allah
dan lain lain.....

jangan ada ujud yang lain
jika ada maka batal ...

firman Allah :

ANA FI DZHONI ABDI
Aku berada dalam prasangka hamba-Ku

maka sudah lengkap ujud kita ini
ujud Allah Ta'ala

ingatlah akan firman Allah tersebut
jangan lagi mengatakan bathil

jika sudah tahu ujud dirinya ujud Allah juga dan Tiada lupa dan Tiada bersyariat dan Tiada berhakikat dan bermakrifat
melainkan kudrat  Allah jua Segalanya........

USULUDIN POHON TAUKHID

USULLUDIN @ TAUHID

Setelah kita pandai menebar jala, perlulah pula kita pastikan tempat yang hendak kita menebar jala tersebut tidak ada halangan didalam air, seperti kayu, batu atau sebagainya.  Walaupun kita sudah pandai menebar jalan tetapi jikalau kita tidak pandai memeriksa tempat yang hendak kita menjala, sudah pastilah matlamat untuk kita mendapat ikan jadi sia-sia sahaja, kerana jikalau terkena kepada kayu atau batu sudah pastilah jala tersebut akan pecah atau koyak dan ikan yang diharapkan terlepas.  Oleh itu USULLUDIN juga ialah suatu ilmu yang terpenting,  yang mana kita hendak mengusul sehingga kita dapat mentauhidkan atau mengesakan Allah dengan sebenar-benarnya.
Jadi apabila kita hendak mengerjakan sembahyang bermakna kita hendak menyembah Allah, dan sebelum kita hendak menyembah tentulah kita kena ketahui dan kenal akan Allah yang hendak kita sembah.  Sembahyang itu menyembah Allah, tetapi adakah kita kenal dengan Allah yang kita sembah?.  Ibaratnya; jikalau kita mengerjakan (menebas) kebun atau ladang seseorang, sedangkan tuan yang empunya ladang tersebut kita tidak kenal, cukup seminggu atau sebulan kita hendak minta upahnya, dari atau kepada siapa yang kita hendak minta upah?.  Atau adakah tuan punya ladang tersebut rela dengan permintaan kita?.

Begitulah juga dengan amal atau ibadat kita, kita berkehendakkan pahala atau syurga, sedangkan tuan yang empunya pahala dan syurga atau tuan yang kita tujukan amal ibadat kita, kita tidak ketahui dan tidak kenal, jadi kepada siapa yang hendak kita minta pahala atau syurga?.  Dan juga jikalau kita mengerjakan amal atau ibadat dengan disertai berkehendak kepada syurga atau pahala, ini bermakna tidak ikhlas namanya, sedangkan mengikut ilmu TASAUF batal pahala amal yang kita kerjakan.  Mengikut firman pula, tiap-tiap amal atau ibadat mestilah dengan ikhlas, jika tidak amalan itu ditolak oleh Allah.
       Contohnya; didalam sembahyang kita sebut sahaja aku sembahyang, jadi sahaja aku sembahyang  itu kita hendak letak dimana?.  Sebenarnya perkataan sahaja itu terletak dihamba, dari itu jikalau hamba membuat satu-satu kerja tidak layaklah hamba itu meminta balasan atau bayaran, sebab Allah menyebut kepada kita hamba bukan kuli.  Jikalau kuli tidak diberi upah atau bayaran sudah pastilah kuli tersebut tidak akan membuat sebarang kerja walaupun diperintah.  Seorang hamba apabila membuat kerja mengikut perintah tuannya bukan kerana upah atau gaji.  Sedangkan kuli membuat kerja kerana mengharapkan upah atau gaji, jadi kenalah faham betul-betul perbezaan antara kuli dengan hamba.

Seorang hamba mendapat ganjaran atau habuan diatas ikhsan tuannya, kerana tuan itu melihat hambanya rajin berkerja dengan ikhlas, tekun dan sabar sehingga tidak mengenal penat dan lelah, maka timbullah rasa kasihan tuannya itu kepada hambanya, lalu tuan itu memberi hadiah atau saguhati untuk hambanya.  Oleh itu kita hendak masuk syurga atau mendapat pahala bukanlah kerana amalan, tetapi kerana keikhlasan dan juga kerana Ar-Rahman dan Ar-Rahim Allah.  Sekiranya kita masuk syurga kerana amalan kita, bermakna syurga dan pahala itu boleh dibeli dan seolah- olah baharu boleh memberi bekas.  Dari itu jikalau kita beramal dan beribadat kerana takut dosa dan hendakkan pahala, bermakna kita dengan Allah ibarat kuli bukannya hamba, dan kiranya tidak mendapat upah atau bayaran sudah pasti tidak mahu buat kerja.

Seperkara lagi kerana takut dihukum dan juga kerana perintah, jikalau tidak sudah pasti siapa pun tidak mahu buat kerja, ini juga termasuk perkara-perkara yang tidak ikhlas.  Jikalau begitu dimanakah hendak diletakkan LILLAHITA'ALA?.  Dan jikalau kita beribadat kerana menuntut sesuatu, dan jikalau begitu apa yang kita ucapkan tidak setentang dengan apa yang kita niatkan.  Kita ucapkan kerana Allah, tetapi kita niat kerana syurga atau pahala, tentulah ini juga termasuk didalam golongan munafik, kerana kita lakukan bukan kerana Allah, tetapi kerana hendaklah syurga dan takut pada neraka, yakni bukan kerana Allah tetapi kerana HAK Allah.

Kesimpulannya jikalau Allah tidak buat syurga dan neraka sudah mesti kita tidak akan mengerjakan ibadat, dan jikalau kita periksa betul-betul diri kita, pada kebiasaannya apa-apa ibadat dan amal kerana HAK TAALA, bukan kerana Allah sebenarnya.  Pembalasan syurga dan neraka itu adalah janjian Allah kepada hambanya, setimpal dengan perilaku hambanya didunia.  Baik balasannya syurga dan jahat balasannya neraka, bukanlah bermakna disuruh hamba itu menuntutnya, kerana tugas hamba itu ialah memperhambakan dirinya zahir dan batin, dan terpulanglah kepada tuannya untuk meneracai keperhambaannya.  Kita sebagai hamba dengan ikhlas wajib memperhambakan diri sepenuhnya.

WUJUD HAKIKI ALLAH SELAINNYA TIADA

WUJUD HAKIKI ALLAH SELAIN NYA TIADA

Sesuatu yang menunjukkan sifat Qahar (memaksanya) Allah adalah Dia menghijab (menutupi pandangan mata hati) dari melihat Allah, dengan sesuatu yang tidak ada.

Salah satu tanda kekuasaan Allah adalah Dia menghijabmu dengan ‘alam’ -yang pada hakikatnya tidak ada-. Sesungguhnya ‘Alam semesta’ pada hakikatnya tidak wujud bersama dengan wujud Allah SWT.

Hikmah sebelumnya telah menerangkan bahwa ‘alam’ pada hakikatnya gelap (baca: tidak ada), kerana yang wujud secara hakiki hanya Allah SWT. Bagi orang-orang ‘arif (ahli makrifat), segala sesuatu selain Allah tidak mereka sifati dengan ‘ada’ atau ‘hilang’.

Tidak disifati dengan ‘hilang’, kerana sesuatu yang ‘hilang’ itu pasti didahului dengan ‘ada’, padahal sesuatu selain Allah itu mutlak tidak ada. Allahlah satu-satunya Dzat yang ada.... (Tunggal)

Sesungguhnya kami melihat Allah dengan pandangan iman dan yakin, oleh kerana itu kami tidak memerlukan bukti dan dalil. Tidak ada sesuatu yang wujud kecuali Allah, oleh kerana itu kami tidak melihat makhluk. Ketika kami melihat makhluk, kami melihatnya seperti debu yang berterbangan di udara yang jika kami tangkap, kami tidak mendapatkan suatu apapun”

Barangsiapa yang melihat makhluk dan merasakan seolah-olah ia tidak bergerak, maka ia telah beruntung. Barangsiapa yang melihat makhluk dan merasakan seolah-olah ia tidak hidup, maka ia telah memperoleh kemenangan. Dan barangsiapa yang melihat makhluk dengan pandangan tidak ada, maka ia telah sampai ke hadirat Allah”.

Terbukalah hijab-hijab yang menutupi dirimu wahai Anak2ku, dan jadikanlah Allah sebagai tempat bergantungmu. Sesungguhnya segala sesuatu itu hancur kecuali Allah SWT.

MELEBURKAN DIRI DI DALAM ALLAH

MELEBURKAN DIRI DI DALAM ALLAH

Yang bernama ALLAH itu sebenarnya Adalah DZat, SIFAT, ASMA dan AF'AL, sebab pada Lafadz ALLAH itu adalah sebagai berikut :

,,,-Huruf (ALIF) pada kalimah ALLAH itu masuk pada DZAT,

,,,-Huruf (LAM AWAL) pada kalimah ALLAH itu masuk pada SIFAT,

,,,-Huruf (LAM AKHIR) pada kalimah ALLAH itu masuk pada ASMA

,,,-Dan Huruf (HA) pada kalimah ALLAH itu masuk pada AF'AL,

""""maka itulah yang bernama ALLAH"""

,,,Jika memang diri itu HAYAT (Ruh),,,,
,,,, hendaknya kita jangan berhenti pada RUH saja, akan tetapi teruskan dan tembuskan pandanganmu itu kepada Hal dan SIFAT Allah TA'ALA

Sekiranya pandanganmu itu berhenti hanya kepada NYAWA saja, maka sesungguhnya kita salah dalam memahami pernyataan bahwa;

"DIRI ITU RUH"

,,,-Sebab Tatkala Ia Nasab bagi sekalian TUBUH NYAWA Namanya,,,,

,,,-Tatkala Ia keluar masuk NAPAS Namanya,

,,,-Tatkala Ia berkehendak HATI Namanya,

,,,-Tatkala Ia percaya akan sesuatu IMAN Namanya,

,,,-Dan Tatkala Ia dapat memperbuat sesuatu """AKAL""" Namanya.
,,,Pohon AKAL itu adalah ILMU, inilah jalannya dan inilah yang disebut sebenar-benarnya DIRI.
Jika demikian adanya maka dapat dikatakan bahwa sekarang ini kita hanya bertubuhkan RUH semata-mata.

Mengapa demikian . .?
"KITA" disini sudah FANA ZAHIR dan BATHIN kepada RUH, disini jangan diartikan bahwa kita yang MEMFANAKAN DIRI, akan tetapi FANA itu dari ALLAH jua adanya, sedangkan kata "KITA" itu pun sudah LEBUR kedalam FANA itu sendiri.
Itu sebabnya jika ada orang yang mengatakan telah dapat dan mampu MEMFANAKAN DIRI akan tetapi Ia sendiri tidak tau dan tidak kenal akan DIRINYA, maka sesungguhnya itu cakap kosong dan bohong besar saja, mengapa demikian ?
Sebab jika seseorang itu tidak tau atau kenal siapa DIRINYA yang sesungguhnya, maka mahu diFANAkan kemana dirinya itu......?
NWAWA itu adalah NUR MUHAMMAD,
NUR MUHAMMAD itu adalah SIFAT,
dan SIFAT itulah HAYAT,
akan tetapi ingat olehmu bahwasanya RUH itu bukan ALLAH, Tetapi Tiada lain dari Pada ALLAH, asalkan saja diteruskan kepada DZAT dan SIFAT.
Jika ini dapat difahami, maka jangan kamu cari lagi akan Ia, kerana bila dicari lagi bukannya semakin dekat akan tetapi malah semakin jauh.
Siapa saja yang telah sampai pada MAQOM ini, pastilah Ia tidak akan mahu mengatakan kata-kata SYARIAT, TARIKAT, HAKIKAT, MAKRIFAT,
dan...
-Ahli SYARIAT tidak BERSYARIAT lagi,
-Ahli TARIKAT tidak BERTARIKAT lagi,
-Ahli HAKIKAT tidak BERHAKIKAT lagi,
-Ahli MAKRIFAT tidak BERMAKRIFAT lagi . .
silakan direnungkan.
Sesaorang yang sampai kepada ALLAH, Ia tidak tahu lagi akan DIRINYA, dan tidak tahu lagi siapa TUHAN-NYA. Emas, Pasir , Syurga, Neraka, sama saja.
Ia lebih senang Diam.
Kerana diam itu adalah kedudukan ALLAH yang maha Agung dan maha Mulia serta maha Tinggi.
Sebagai tambahan agar kita benar-benar mengenal akan diri yang sebenar-benarnya diri, maka ketahuilah olehmu :
Rasulullah SAW bersabda:
"AKU ADALAH BAPAK DARI SEGALA RUH SEDANGKAN ADAM ITU ADALAH BAPAK DARI SEKALIAN BATANG TUBUH".
Batang Tubuh manusia itu dijadikan oleh ALLAH SWT dari pada Tanah.
"AKU JADIKAN INSAN (Adam) ITU DARIPADA TANAH".
(Al-Qur'an)
TANAH itu dari pada AIR,
AIR itu dijadikan daripada **NUR MUHAMMAD** Dengan demikian maka Nyatalah bahwasannya ***Batang TUBUH dan RUH kita** ini jadi dari pada ***NUR MUHAMMAD***, maka **MUHAMMAD Jua Namanya***, tiada yang lain.
Sesungguhnya **TUBUH** kita yang kasar ini tidak akan pernah dan tidak akan dapat mengadakan pengenalan **kepada ALLAH** melainkan dengan NUR MUHAMMAD jua. Itulah sebabnya maka dinamakan **POHON BUSTAH**

,,,Artinya,,,
""" yang hampir pada UJUDNYA"".

Adapun UJUD itu, adalah""
**UJUD ALLAH TA'ALA*** jua adanya,
***sekali-kali jangan ada UJUD yang lain dari pada::
""UJUD ALLAH TA'ALA""", itulah yang sebenar-benarnya DIRI, begitu pula dengan kelakuan, jangan ada yang lain, kerana tidak ada kelakuan yang lain selain kelakuan ALLAH TA'ALA.

Sebab kalimah "FAQAD ARAFAH" itu Tiada akan menerima salah satu, melainkan suci ZAHIR dan BATHIN adanya.

DZAT Artinya UJUD ALLAH semata-mata, itulah yang sebenarnya,

Melihat itu BASYAR ALLAH,
berkata-kata itu **KALAM ALLAH** dan seterusnya.
Seandainya ada yang lain dari diri-ALLAH maka seluruh pengenalanmu itu akan menjadi BATAL**

SEDINI MUNGKIN MENGENAL MANIKAM

JAUHARI MENGENAL MANIKAM

uraian aku ini mungkin menyentuh hati sesiapa yang berkenaan tetapi ini lah realiti yang sedang berlaku kepada perguruan-perguruan yang ujud di zaman sekarang, tidak di zaman dahulu. Setiap kali matinya orang alim setiap kalilah ilmu itu diangkat sedikit-demi sedikit sehiggalah ada guru yang mengajar tak faham , murid-murid lagilah tak faham. Kita ketandusan para-para alim yang mahir di dalam bidang ilmu ketuhanan ini dan kita ibarat si buta kehilangan tongkat. Walau bagaimana pun masih terdapat guru-guru mursyid dalam bidang ini dalam bilangan yang sedikit dan mereka bukan golongan yang suka menonjolkan diri. Hanya jauhari yang dapat mengenal manikam. Carilah mereka dan kamu akan mendapatkannya dan jangan mempersia-siakan mereka.

Seandainya kamu dijemput oleh Si Raja ke Istananya adakah kamu akan menolak pelawaannya, kenapa Qalbu mukmin yakni Rumah Allah diabaikan manusia? Qalbu mukminin Baitullah. jangan dibiarkan Qalbu mu kosong tanpa di isi dengan zikrullah yang tak putus putus yang tiada keputusan.

Yang sebenar-benar Allah itu adalah Zat Laisakamishlihi syaiun. Maka untuk mengenal zat Allah Ta'ala ialah dengan kita mengenal sifatNYA melalui jalan sifat, yakni sifat bagi Zat Allah Ta'ala. Sifat itu adalah Sifat bagi Zat Allah Ta'ala yang berdiri bagi Zat , tidak bercerai dengan ZatNya.

Alam yang baharu ini sebagai tanda dan dalil wujudnya Zat Allah Ta'ala. Zat itu tidak boleh dikaji sebab akal kita terbatas dan tidak mampu untuk mengkaji Zat , sebab itu hanya kajian Zat diharamkan dan dilarang keras oleh Nabi saw. Kajian Sifat tidak dilarang oleh Nabi saw maka mengapa kita pula yang melarang orang-orang yang mahu mengenal Allah. Buktinya terdapat banyak ayat-ayat di dalam Al Quran yang menjelaskan tentang sifat bagi Zat Allah swt.

Peringkat-peringkat mengenal Allah itu berbeza-beza menurut tahap seseorang . Ada yang dapat mengenal Allah Ta'ala dengan akal semata-mata bagi orang awam. Dan ada yang dapat mengenal Allah dengan hati, jiwa, perasaan , ruh, dan sirr. Peringkat tertinggi adalah bagi Nabi saw diikuti oleh para2 Aulia' Allah seperti mana kisah , Zunnun al Misri rth. pernah ditanya tentang bagaimana memperoleh makrifat itu, beliau berkata :” ariftu rabbi bi rabbi” yang artinya aku mengenal Tuhanku dengan Tuhanku Kerana mengenal Allah tidak akan boleh dengan logik dan akal, melainkan dengan hati sanubari yang bersih dan selalu diisi dengan Ismul 'Adzham (Asma' Agung Allah Ta'ala)

Beliau mengatakan bahwa akhlak seorang arif billah adalah Allah Ta'ala dan orang yang arif billah akan bersifat seperti Akhlak Allah Ta'ala dan selalu menjaga perilakunya agar tidak terjebak dalam kenistaan dunia yang menghanyutkan dan menghinakan orang yang dekat kepada Allah. Jangan salah faham kenyatan ini sebab Nabi saw apabila ditanya kepada Saydatina Ummul Mukminin tentang akhlak Nabi saw , Aisyah ra menjawab , " Akhlak Nabi saw adalah Al Quran" . Maksud nya di sini mempunyai makna yang sama dengan Akhlak Allah kerana Al Quran itu Kalamullah.

Golongan anti tasawwuf yang tidak mengerti akan senang wenang menuduh kaum sufi sesat , sebenarnya mereka yang tidak faham. Kalau mereka mengkaji kitab-kitab tauhid dan tasawwuf pun mereka tidak akan faham kerana hati mereka telah dibutakan oleh Allah swt. nauzubillahiminzaalik.

Makna "Ariftu Rabbi bi Rabbi" itu "Aku mengenal Tuhanku dengan Tuhanku" ialah mengenal Allah Ta'ala dengan pengenalan terus daripada Allah Ta'ala yakni dengan ilmu Allah. Ta'ala. Saat paling sempurna semasa hayat Nabi mengenal Allah Ta'ala adalah semata mikraj Nabi saw. Dan saat paling sempurna baginya adalah sejak azali awal kejadian Hakikat Muhammadiah dan juga selepas wafat Nabi saw. Ia adalah satu pusingan makrifat yang sempurna dari awal hingga ke akhir hayat Nabi saw. Nabi telah menyempurnakan pusingan makrifatnya dengan Allah Ta'ala secara mantap berdasarkan ayat "Innalillahi wainna ilahirojiunn". Makna ini aku sesuaikan dengan kefahaman orang awam. Makna hakikinya hanya mereka yang mengalaminya yang akan memahaminya.

Apakah kita telah menyempurnakan pusingan makrifat kita dengan Allah Ta'ala ? Tanyalah diri masing-masing dan kamu tentu sudah tahu jawapan nya di mana kedudukan kamu. di sisi Allah Ta'ala. Adakah ilmu yang aku bicarakan ini sesat ??? Atau manusia kebanyakkan yang telah jauh tersesat dari landasan makrifatullah . Atau adalah manusia takut untuk mengenal Allah Ta'ala kerana tidak sanggup berjumpa dengan Allah membawa segunung dosa dan melupakan perjanjian dengan Allah di alam Nur dan alam Ruh?

Kita memandang kebesaran Allah swt. dari sudut pandangan yang berbeza-beza , apa yang kita nampak itulah yang kita faham. Kita keliru bila berbeza-beza pandangan sesama kita.
Apabila kita memandang kebesaran Allah swt dari sudut pandangan yang lain pula, apa yang kita nampak tetap kebesaranNYA tiada yang lain.
Memandang kebesaran Allah swt dari sudut pandangan yang lebih luas akan meluaskan akal dan pemikiran kita.

Kalau kamu ingin tahu bagaimana ajaran tauhid yang tulin dan benar kembalilah kepada Allah Ta'ala dengan melalui jalan dan kaedah pengajian orang orang yang terdahulu.

Maka barangsiapa yang tidak menurut jalan Allah dan Rasul serta orang2 soleh adalah mustahil dapat menemui jalan tauhid ini. Ini lah siratul mustaqim yakni jalan makrifatullah , jalan yang lurus meluruskan kita kepada makrifatulah. Awaluddin makrifatullah, akhir agama dengan kalimah Laailahaillallah . Apakah kita mampu untuk mengucapkannya???? Waktu kita hidup di dunia ini cuma di antara waktu azan serta iqamah dan menunggu waktu disembahyangkan.

Jangan biarkan pohon tauhid anda umpama pohon yang sudah kering dan tidak berbuah.

Mampukah anda menyelamatkan pohon tauhid anda diwaktu puting beliung sakratul maut melanda ???

Berusahalah mencari guru-guru ilmu tauhid dan mendalami selagi nyawa dikandung badan. Semoga anda semua mendapat menafaat dari perbincangan yang sedikit ini , insyaallah. Mohonlah petunjuk dari Allah Swt , diperlihatkan jalan untuk menghampirinya. Amin

MAN 'ARAFA NAFSUHU FAQAD 'ARAFA RABBAHU

MAN ‘ARAFA NAFSAHU FAQAD ‘ARAFA RABBAHU

Barang siapa yang telah mengetahui dirinya, maka ia telah mengetahui Tuhannya.

Sifat Makhluk, hamba, hina, dina, Dhaif dan fana diri manusia menjadi awal pengenalan manusia sehingga dengan sifat itu ia akan mengetahui yang mana Khaliq, ....

Kalimat man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu yang disampaikan oleh Murshid dengan keiklasan bahwasanya Allah telah meletakkan Ruh didalam tubuh manusia supaya dapat mereka dapat mengambil dalil atas keesaaan dan ketuhanan Allah SWT. Cara memahami dari kalimat diatas 10 perkara .

1. Tubuh insan selalu berhajat kepada pengurus dan penjaga, nescaya akan didapati bahwa alam ini ada yang mengurus dan menjaganya.

2. Ruh yang menjaga jasad hanya satu didalam tubuh, maka diketahui bahwa hanya ada satu yang mengurus alam ini satu jua (Tunggal)

3. Tubuh manusia tidak akan bergerak dan diam tanpa ada perintah, maka diketahui bahwa adanya yang memerintah alam ini.

4. Ruh mengetahui bergerak dan tidaknya tubuh manusia, sehingga bergerak dan tidaknya sesuatu di alam ini tidak boleh tidak dengan adanya pengetahuan Allah SWT.

5. Tubuh dengan Ruh manusia sangat berdekatan, sehingga dapat diketahui bahwa Allah SWT sangat dekat dengan manusia.

6. Ruh manusia tercipta sebelum tubuh manusia tercipta, maka diketahui bahwa sebelum adanya sesuatu, Allah telah sedia sebelum alam ini ada.

7. Tiada yang mengetahui kelakuan Ruh didalam tubuh manusia, sehingga diketahuilah bahwa tiada seorang pun yang mengetahui kelakuan Allah .

8. Tiada yang mengetahui tempat Ruh didalam tubuh manusia, sehingga dipahami bahwa tiada seorang pun yang mengetahui tempat Allah SWT.

9. Ruh didalam tubuh tak dapat di indera dengan panca indera, sehingga diketahui bahwa Allah tidak dapat di indera dengan panca indera.

10. Ruh tidak dapat dibandingkan dengan sesuatu, maka diketahui bahwa Allah tidak dapat dibandingkan (diserupakan) dengan sesuatu apapun.

Tidak ada yang menyerupainya oleh Sesuatu apapun. Dan Dia Allah maha mendengar lagi maha melihat. Asy-Syura : 11

MAKRIFAT MENAJAMKAN MATA HATI

MAKRIFAT MENAJAMKAN MATA HATI

Makrifat adalah tingkat penyerahan diri kepada Allah secara berjinjang, secara tingkat demi setingkat sehingga sampai kepada tingkat keyakinan yang kuat. Orang yang memiliki ilmu makrifat dianggap sebagai orang yang 'arif', kerana ia boleh memikirkan dalam-dalam tentang segala macam liku-liku kehidupan di dunia ini.

Oleh kerana itu jika kita bersungguh-sungguh dalam mempelajari ilmu makrifat, maka akan meraih suatu karomah. Karomah adalah keistimewaan yang tidak dimiliki orang awam. Bentuk karomah tersebut adalah mata hati kita menjadi awas dan indra keenam kita menjadi tajam. Jika indra keenam menjadi tajam, kita akan dapat mengetahui sesuatu yang tersembunyi di balik peristiwa.

Orang yang mata hatinya dan indra keenamnya tajam, maka ia dapat masuk ke dalam hal-hal yang dianggap ghaib (tersembunyi). Orang yang arif (memiliki ilmu makrifat), suka memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah dengan mata kepalanya, kemudian ia merenungkan dengan mata hatinya.

Orang makrifat jika melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu menggunakan nuraninya daripada hawa nafsunya. Ia tahu betul, apakah hawa nafsu yang mempengaruhi dirinya atau nuraninya yang berkata. Oleh kerana itu, orang yang sudah menduduki tingkat ini, selalu tajam indera keenamnya. Ia tahu sesuatu yang merugikan bagi dirinya meskipun tampak seakan-akan menguntungkan. Ia pun tau apa yang menguntungkan, meskipun seakan-akan tampak seperti merugikan.

Maka, jangan heran, kadang-kadang orang awam memandang sesuatu itu baik dan menguntungkan, namun bagi orang makrifat (orang yang tajam indera keenamnya), dipandang sebagai sesuatu yang membahayakan.

Melihat kebaikan dan keburukan dengan mata kepala saja tidak akan dapat mengetahui keadaan yang sebenarnya. Sesuatu yang elok dipandang mata kadang-kadang hanyalah tipuan belaka. Sesuatu yang buruk dipandang mata, kadang-kadang tersimpan sesuatu yang menguntungkan. Maka betapa pentingnya jika kita berlatih untuk mempertajam mata hati dan indera keenam.

Buta mata belum tentu membahayakan bagi kehidupan kita. Kerana banyak orang yang buta matanya, tetapi masih mampu melakukan sesuatu yang terbaik bagi dirinya. Bahkan ia mempunyai keistimewaan, yakni lebih awas daripada kita yang memiliki mata normal. Namun jika mata hati telah buta, maka pertanda hancurlah kehidupan kita, baik kehidupan dunia mahupun kehidupan akhirat.

Orang yang buta hatinya, seringkali merasa kecewa dalam menghadapi liku-liku kehidupannya, kerana ia sering gagal dalam mengambil keputusan. Keputusannya lebih banyak meleset. Sebab, yang digunakan untuk mengambil keputusan lebih didasarkan pada penglihatan mata dan akal yang dipenuhi hawa nafsu. Jadinya, ia kurang cermat dan kurang hati-hati. Ia mudah terkecoh dengan fatamorgana serta khayalan-khayalannya sendiri.

"Dan barang siapa yang buta mata hatinya di dunia ini, maka buta pula di akhirat, jauh tersesat jalannya."

"Sesungguhnya, bukan matanya yang buta, tetapi mata hatinyalah yang buta, yang berada di rongga dadanya."

Oleh kerana itu, betapa pentingnya kita mempelajari ilmu makrifat. Dengan ilmu makrifat, hati dan alam bawah sadar kita terhindar dari 'kebutaan'. Hati kita menjadi jernih sehingga setiap apa yang kita fikirkan dan kita lakukan akan mendatangkan hasil yang menguntungkan.

Orang yang makrifat, selalu berprasangka baik kepada siapapun. Ia juga selalu berprasangka baik kepada Allah swt. TIdak pernah berkeluh kesah dalam hidupnya. Ia selalu merasa dekat kepada Allah. Selalu merasa cinta, penuh harapan dan hatinya terasa senantiasa tenteram.

Ilmu makrifat mengantarkan kita kepada suasana hati ikhlas dalam berbuat apa saja, lebih-lebih beribadah kepada Allah. Ibadahnya dilakukan tanpa ganjaran dan tanpa keinginan dipuji orang lain.

Orang-orang makrifat menganggap jika perbuatan dilakukan tidak dengan ikhlas, tetapi dengan mengharapkan ganjaran, maka akan mengotori jiwanya. Jika jiwa kotor, hati akan berdebu. Bila hati berdebu berarti mata batin dan indera keenam telah buta.

Golongan orang-orang ini selalu menjaga hatinya dan alam bawah sadarnya agar tidak tercemar oleh debu-debu yang dapat membutakan. Kerana itu, suasana hati orang-orang makrifat selalu tenteram kerana selalu berprasangka baik kepada siapa pun, tidak membenci, tidak dendam, tidak iri hati, tidak sombong dan tidak riyak.

Sebab, sederetan penyakit semisal sombong, benci, dendam, iri hati dan sebagainya merupakan letupan emosi, bukan nurani yang berbicara, melainkan nafsu keserakahan.

Jika kita telah mendalami ilmu makrifat dengan bersungguh-sungguh, maka akan dapat melihat betapa diri kita menjadi orang yang luar biasa. Mungkin kita akan terhairan-hairan. Kerana jika ilmu makrifat telah dikuasai, maka seseorang akan dapat mengenal Allah, sehingga antara dirinya dan Allah seakan-akan tidak ada batas/perantara, sehingga seakan-akan mampu berhubungan langsung.

Disamping itu, kita akan dapat dengan mudah menyerahkan hawa nafsu menurut kehendak Allah. Kita merasa tidak punya hak untuk memiliki, sekalipun pada diri sendiri. Kerana menyedari segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah milik Allah, termasuk nyawa kita.

Penggapain tertinggi

PUNCAK TERTINGGI

Puncak tertinggi adalah mengenal Allah… Allah itu ADA.  Untuk mencari yang ADA,  seseorang salik itu perlu mati… “mati sebelum mati”… (jangan bunuh diri pula) … dengan itu tidaklah ia asyik dengan angan-angan kosong  dan khayalan saja.

Salik dan dunia ini
…hanya wujud dalam fikiran…
,,. bagaimana pun ia tiada hakikatnya…
,,,, kedua-suanya semata-mata …
,,,,KOSONG.,,,
,,,,Sesuatu  yang kosong tidak dapat menyampaikan  kepada yang,,,,ADA.,,,
Oleh itu… mencari yang ,,,,ADA … daripada sesuatu yang,,,,tidak ada.. adalah sesuatu yang sia-sia…
,,,,kerana yang tidak ada..
tidak berupaya menzahirkan yang,,,,ADA,,,,
,,,Sebaliknya …
,,,,Yang ADA lah,,,, yang mewujudkan segala sesuatu
“yang tidak ada”… KOSONG..
kepada yang,,,,,ADA.,,,
,,,Dzat yang ghaib lagi ghaib itu…

selama-lamanya tidak akan ada kenyataannya…. tetapi ada penzairan sifat-sifatnya.. terutamanya kepada salik yang mukmin.. salik yang mengenal NYA.  Si salik hanya menjadi pernyataan … tajli… Dzat yang ghaibul ghaib.

Daripada AHDAH.. timbul pula …WAHDAH.. Yaitu kenyataan kesempurnaan Sifat NYA..
inilah pintu untuk mengenal yang ADA…. yang tiada …KOSONG… tidak mungkin boleh bertukar menjadi Yang ADA…

DIA lah yang ADA,  DIA lah Yang Zahir…Yang Batin…Yang Awal.. dan Yang Akhir…

Oleh yang demikian wujud NYA lebih terang dan nyata daripada wujud-wujud yang lain..
,,,DIA lah Yang Melihat dan Yang Di Lihat..
,,,Wujud kamu…. hanya tidak ada….
,,,, KOSONG….semata-mata AKU.

Ibarat Jasad adalah sangkar, dan ruh adalah burung

TERBANG BURUNG TERBANG SANGKAR

Tidak disangkar, ia dekat
tidak dipelihara, ia datang
demikian burung adanya
yang bebas merdeka,
tanpa harus terkurung dalam keterbatasan
tanpa harus terkurung dalam kebebasan,
kerana makna adalah sangkar,
kerana wawasan adalah kurungan,
mengapa mesti mengurung diri
mengapa diri mesti terkurung,
bila kebebasan juga kurungan
bila keterbatasan juga kurungan.
Terbang tanpa sayap
hinggap tanpa dahan
bersangkar tanpa kurungan,
demikian burung adanya
yang bebas merdeka,
yang menemukan jalan kebabasannya
yang meraih kemerdekaannya,
kerana keterbatasan adalah keterbatasan
kerana kebebasan adalah kebebasan,
mengapa diri mesti tergantung pada keterbatasan
mengapa diri mesti mecari jalan kebebasan,
bila kemerdekaan adalah hakikat diri
yang sesungguhnya
bila kemerdekaan adalah hak diri
yang mengenal dirinya.
Terbang burung
terbang sangkar,
demikian burung adanya
yang terbang burung, terbang sangkar,
burung dan sangkar terbang bersamanya
sangkar dan burung terbang membawanya,
kerana burung adalah ruhani
kerana sangkar adalah jasmani,
hidup dalam bersama, kembali dalam bersama
kembali dalam bersama, hidup dalam bersama.

NUR MATA HATI. Dan hati

NUR, MATA HATI DAN HATI

NUR-NUR ILAHI ADALAH KENDERAAN HATI DAN RAHSIA HATI. NUR itu adalah TENTERA HATI, SEBAGAIMANA KEGELAPAN ADALAH TENTERA NAFSU. JIKA ALLAH SWT MAHU menolong HAMBA-NYA MAKA DIBANTU DENGAN TENTERA ANWAR (NUR-NUR) dan dihentikan BEKALAN KEGELAPAN. NUR ITU BAGINYA menerangi (MEMBUKA tutupan), MATA HATI ITU BAGINYA MENGHAKIMKAN DAN HATI ITU baginya menghadap ATAU MEMBELAKANG.

Allah hanya boleh dikenal jika Dia sendiri mahu Dia dikenal. Jika Dia mahu memperkenalkan Diri-Nya kepada hamba-Nya maka hati hamba itu akan dipersiapkan dengan mengurniakannya Warid. Hati hamba diterangi dengan Nur-Nya. Tidak mungkin mencapai Allah tanpa dorongan yang kuat dari Nur-Nya. Nur-Nya adalah kendaraan bagi hati untuk sampai ke Hadrat-Nya. Hati adalah umpama badan dan roh adalah nyawanya. Roh pula terkait dengan Allah dan hubungan itu disebut as-Sir (Rahsia). Roh menjadi nyawa bagi hati dan Sir menjadi nyawa kepada roh. Boleh juga dikatakan bahwa hakikat ke hati adalah roh dan hakikat kepada roh adalah Sir. Sir atau Rahsia yang sampai kepada Allah dan Sir yang masuk ke Hadrat-Nya. Sir yang mengenal Allah s.w.t. Sir adalah hakikat kepada sekalian yang maujud.

Nur Ilahi menerangi hati, roh dan Sir. Nur Ilahi membuka bidang hakikat-hakikat. Amal dan ilmu tidak mampu menyingkap rahsia hakikat-hakikat. Nur Ilahi yang berperanan menyingkap tabir hakikat. Orang yang mengambil hakikat dari buku-buku atau dari ucapan orang lain, bukanlah hakikat yang ditemuinya, tetapi hanyalah perkiraan dan khayalan semata. Jika mahu mencapai hakikat harus mengamalkan wirid sebagai pembersih hati. Kemudian bersabar menanti sambil terus juga berwirid. Jika Allah kehendaki Warid akan didatangkan-Nya kepada hati yang asyik dengan wirid itu. Itulah kemenangan yang besar boleh dicapai oleh seseorang hamba selama hidupnya di dunia ini.

Alam ini pada hakikatnya adalah gelap. Alam menjadi terang kerana ada kenyataan Allah padanya. Misalkan kita berdiri di atas puncak sebuah bukit pada waktu malam yang gelap gelita. Apa yang terlihat hanyalah kegelapan. Ketika hari siang, matahari menyinarkan sinarnya, kelihatanlah tanaman dan haiwan yang menghuni bukit itu. Keberadaan di atas bukit itu menjadi nyata kerana diterangi oleh cahaya matahari. Cahaya menampakkan keberadaan dan gelap pula membungkusnya. Jika kegelapan hanya sedikit maka keberadaan terlihat samar. Jika kegelapan itu tebal maka keberadaan tidak terlihat lagi. Hanya cahaya yang dapat menampakkan adanya, kerana cahaya dapat menghalau kegelapan. Jika cahaya matahari dapat menghalau kegelapan yang menutupi benda-benda alam yang nyata, maka cahaya Nur Ilahi pula dapat menghalau kegelapan yang menutupi hakikat-hakikat yang ghaib. Mata di kepala melihat benda-benda alam dan mata hati melihat kepada hakikat-hakikat. Banyaknya benda alam yang dilihat oleh mata kerana banyaknya cermin yang membalikkan cahaya matahari, sedangkan cahaya hanya satu jenis saja dan datangnya dari matahari yang satu jua. Begitu juga halnya pandangan mata hati. Mata hati melihat banyaknya hakikat kerana banyaknya cermin hakikat yang membalikkan cahaya Nur Ilahi, sedangkan Nur Ilahi datangnya dari nur yang satu yang bersumberkan Zat Yang Maha Esa.

Kegelapan yang menutupi mata hati menyebabkan hati terpisah dari kebenaran. Hatilah yang tertutup sedangkan kebenaran tidak tertutup. Dalil atau bukti yang dicari bukanlah untuk menyatakan kebenaran tetapi adalah untuk mengeluarkan hati dari lembah kegelapan kepada cahaya yang terang benderang untuk melihat kebenaran yang memang tersedia ada, bukan mencari kebenaran baru. Cahayalah yang menerangi atau membuka tutupan hati. Nur Ilahi adalah cahaya yang menerangi hati dan mengeluarkannya dari kegelapan dan membawanya menyaksikan sesuatu dalam keadaannya yang asli. Bila Nur Ilahi sudah membuka tutupan dan cahaya terang telah bersinar maka mata hati dapat memandang kebenaran dan keaslian yang selama ini disembunyikan oleh alam nyata. Bertambah terang cahaya Nur Ilahi yang diterima oleh hati bertambah jelas kebenaran yang dapat dilihatnya. Pengetahuan yang diperoleh melalui pandangan mata hati yang bersuluhkan Nur Ilahi dinamakan ilmu laduni atau ilmu yang diterima dari Allah secara langsung. Kekuatan ilmu yang diperoleh tergantung pada kekuatan hati menerima cahaya Nur.

Ilahi.

Murid yang masih pada tahap permulaan hatinya belum cukup bersih, maka cahaya Nur Ilahi yang diperoleh tidak begitu terang. Jadi ilmu laduni yang diperoleh masih belum mencapai tingkat yang halus-halus. Pada tingkat ini hati boleh mengalami kekeliruan. Terkadang hati menghadap ke yang kurang benar dengan membelakangi yang lebih benar. Orang yang pada tingkat ini perlu mendapatkan penjelasan dari ahli makrifat yang lebih arif. Bila hatinya semakin bersih cahaya Nur Ilahi semakin bersinar meneranginya dan dia mendapat ilmu yang lebih jelas. Lalu hatinya menghadap ke yang lebih benar, sampai dia menemukan kebenaran hakiki.

RAHASIA DIRI INSAN

RAHSIA DIRI INSAN

Mulki (jasad)
Malakut (hati)
Jabarut (fuad)
Lahut (sir)

Nafsu menggoda didaerah syariat dengan membuat perlawanan - perlawanan.
Sedangkan di daerah Tarikat, nafsu menggoda dengan mendorong dan menyetujuinya tetapi di dalamnya terkandung tipuan seperti pengakuan menjadi nabi, wali dan sebagainya.

Sedangkan di daerah ma’rifat nafsu menggoda dengan syirik khafi (penyekutuan yang samar) yang bangsa cahaya seperti pengakuan menjadi Allah.

Allah berfirman (Al-Furqan:43): “Engkau mengetahui orang - orang yang menjadi Allah sebagai hawa nafsunya”

Di daerah Hakikat pula syaitan, nafsu dan malaikat tidak dapat memasukinya sebab bila berada di situ akan hangus, kecuali Allah.

Jibril a.s. berkata : “Kalau aku memasukkan hujung jariku ke alam ini maka hanguskah aku.
Manusia yang telah mencapai alam ini bererti dia selamat dari dua seteru; dan jadilah dia manusia yang ikhlas”.

Sesuatu yang tidak mencapai hakikat, maka dia tidak akan mencapai ikhlas kerana sifat - sifat ‘Basyariyyah Ghairiyyah’ (sifat manusia selain Allah) tidak akan hancur, kecuali dengan ‘Tajalli Zat’.

Sifat bodoh hanya akan hilang dengan Ma’rifat Zat. Allah akan memberi ilmu orang yang sampai ke darajat ini tanpa perantaraan. Manusia akan mengenal Allah kerana diperkenalkan oleh Allah dan beribadat kepada Allah dengan pendidikan Allah, seperti Nabi Khidir a.s. Di alam ini dia akan menyaksikan Ruh - ruh Qudsiyah dan mengetahui Nabinya (Muhammad SAW) secara hakiki. Maka akan berbicaralah dari akhirnya hingga permulaannya.
Seluruh nabi menyampaikan khabar gembira atas keberhasilan si hamba kerana sampai kepada Allah yang kekal. Firman Allah (Surah An-Nisa’:69):
“Dan mereka itulah teman sebaik - baiknya”.

Amaliyah bagi Ruh Jasmani adalah menggunakan Ilmu Zahir. Pahalanya hanya syurga. Maka di sana akan jelaslah kebaikan dari sifat (orang yang beribadah akan masuk syurga; sebaliknya orang yang tidak beribadah akan masuk neraka).

Sedangkan untuk masuk ke ‘Haramil Qudsiyah’ dan dekat dengan Allah tidak cukup bila hanya menggunakan Ilmu Zahir saja. Untuk ke sana harus dengan Ilmu Terbang; dan terbang itu harus menggunakan dua sayap. Bila satu, maka perjalanan akan pincang. Maka dengan kesepaduan Ilmu Zahir dan Batin barulah sampai seorang hamba ke Alam Qudsi.
Allah berfirman di dalam Hadis Qudsi:
“Hai hambaKu, bila engkau ingin masuk ke HaramilKu (Haramil Qudsiyah), maka engkau jangan tergoda oleh Mulki, Malakut, Jabarut; karena
alam Mulki adalah syaitan bagi orang Alim;
alam Malakut, syaitan bagi orang Arif;
alam Jabarut, syaitan bagi orang yang akan masuk ke alam Qudsiyah”.

Wajib bagi semua manusia mengetahui ukuran dirinya dan jangan mengaku sesuatu yang bukan haknya.
Imam Ali berkata: “Allah menyayangi orang - orang yang mengetahui kadar dirinya dan tidak melewati batas perjalanannya; menjaga lisannya dan tidak mensia - siakan umurnya”.

Seorang Alim harus mampu mencapai makna hakikat manusia yang disebut Tiflul Ma’ani (Bayi Ma’nawi). Setelah itu harus mendidiknya dengan tetap melakukan Asma Tauhid dan keluar dari alam Jasmani ke alam Ruhani, iaitu alam As-Sirri yang di sana tidak sesuatupun selain Allah. Sir itu seperti lapangan dari cahaya, tidak ada hujungnya. Inilah Maqam Al-Muwahidin.
Mudah - mudahan tulisan di atas bermanfaat dan menjelaskan sedikit sebanyak hal rahsia diri - insan.

Berusahalah untuk mencapai ke tahap itu melalui tunjukan guru atau orang yang ahlinya. Ada di antaranya sengaja tidak diuraikan dengan lebih lanjut kerana sebagiannya adalah rahasia yang perlu dibicarakan secara khusus.

Manusia

MANUSIA

    Tatkala manusia dilahirkan kedunia, Bayi itu menangis dan tangisan tersebut mengandung makna sebagai berikut :

1. Tangisan pertama manusia itu merasa berat bebannya kerana harus menanggung Rahsia Allah (Nyawa/ Roh).
2. Tangisan kedua manusia merasa gembira kerana telah dilahirkan kedunia dan menjadi mahluk yang termulia.

    Bayi yang berumur satu hari membawa kalimah pikun  dan ketika Bayi mulai ketawa Ahmad Namanya.
Kemudian masa genggaman tangan mulai terbuka Muhammad Namanya sampai akil Baliqh,namanya muhammad
Dan pada masa akil Baliqh inilah segala perintah Allah wajib baginya.

Manusia atau Insan terdiri dari :

1. Jasmani atau Jasad Kasar
2. Rohani atau Jasad Halus

    Jasmani atau Jasad kasar ini dinamakan Muhammad.
Sedangkan Rohani atau Jasad Halus dinamakan diri Bhatin atau Roh atau diri Rahsia Allah.
Tanpa diri bhatin atau Roh manusia itu disebut mayat.

    Jadi yang dinamakan manusia itu kerana dia menanggung Rahsia Allah (nyawa/Roh).
Kerana manusia menanggung Rahsia Allah (diri Bhatin/Nyawa/Roh)maka manusia harusberusaha mengenal dirinya iaitu diri yang sebenar-benarnya diri dan dengan mengenal dirinya manusia akan mengenal Tuhannya,
Sehingga lebih mudah kembali menyerahkan dirinya kepada yang punya diri pada waktu dipanggil oleh Allah SWT iaitu tatkala berpisah antara Roh/Nyawa dengan Jasadnya.

Manusia akan berguna disisi Allah jika ia dapat menjaga Rahsia Allah (Nyawa/Roh) iaitu diri yang sebenar-benarnya diri.

    Sehingga sembahyang itu bukan berarti menyembah,tapi suatu istiadat penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita itu hanyalah diri Allah semata .
Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung Rahsia Allah SWT.dan tiada sesuatu pada diri kita hanya Rahsia Allah semata ,serta tiada sesuatu yang kita punya kecuali Hak Allah semata.

Firman Allah Dalam Al-Qur’an Surat AL-AHZAB 72

“INNA ‘ARADNAL AMANATA ‘ALAS SAMAWATI WAL ARDI WAL JIBAL. FA ABAINA ANYAH MIL NAHA WA’ASFAKNA MINHA WAHAMALAHAL INSANU”

Artinya : “Sesungguhnya kami (Allah) lelah menawarkan suatu amanat kepada langit, Bumi, dan Gunung-gunung tapi mereka enggan menerimanya (Memikulnya) kerana merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya”.

    Dan kerana Firman Allah inilah kita mengucap;

“ASHADU ALLAA ILAA HA ILALLAH, WA ASHADU ANNA MUHAMMAD DARRASULULLAH”.

Artinya :Kita bersaksi dengan diri kita sendiri,bahwa tiada yang nyata pada diri kita hanya Allah SWT. Semata, dan tubuh zahir kita (Muhammad) sebagai tempat menangggung Rahsia Allah Amin........

Tuesday, October 25, 2016

Mayonese

Cara membuat mayonaise dengan tangan sendiri sebenarnya bisa kita lakukan dengan sangat gampang. Akan tetapi sekarang ini banyak produk mayonaise instan yang membuat kita malas membuat mayonaise sendiri. Padahal mayonaise buatan kita sendiri pastinya akan lebih higienis dan sesuai dengan kebutuhan kita. Mayonaise atau kadang kita menyingkatnya dengan sebutan mayo, sebenarnya mudah membuatnya, asalkan kita sabar. Membuat mayonaise memang tidak bisa terburu-buru. Jika tidak, teksturnya jelek, adonan terpisah, tidak blended. Ada beberapa variasi resep mayonaise.

Berikut ini akan saya berikan resep atau cara membuat mayonaise

Bahan - bahan yang perlu disiapkan

2 btr kuning telur
1/2 sdt garam
290 ml minyak zaitun/minyak jagung, bisa diganti dengan minyak kelapa/kelapa sawit
1 sdm air jeruk lemon/nipis
1 sdt saus mustard/ kalo susah didapat, tidak pakai juga tidak apa-apa kok

Cara Membuat Mayonaise

Kocok kuning telur, mustard, garam dengan mixer kecepatan rendah hingga lembut dan tercampur rata.Masih dengan mixer kecepatan rendah, tambahkan minyak zaitun/minyak jagung setetes demi setetes. Biarkan dulu setiap tetes tercampur rata, baru masukkan tetes berikutnya. Lakukan hingga semua minyak tercampur rata.Jika adonan mayonaise sudah mengembang dan kaku, masukkan perasan air jeruk lemon. Kocok hingga tercampur rata. Jangan kaget karena setelah air jeruk lemon tercampur rata, adonan akan turun.Jika adonan mayonaise terlalu kental, tambahkan saja 1-2 sdm air mendidih dan kocok hingga rata.Mayonaise siap digunakan.

Tips Agar Mayonaise menjadi Sempurna

Kunci sukses cara membuat mayonaise adalah pada saat pencampuran minyak zaitun atau minyak jagungnya. Harus tetes demi tetes hingga tercampur rata baru tambahkan tetesan berikutnya. Semakin banyak tetes minyak yang sudah masuk, maka tetesan berikutnya bisa tambah banyak. Kalau mau mudah, masukkan saja minyak ini ke bekas botol cuka/kecap yang ujungnya berlubang kecil. Jadi saat tangan mengocok kuning telur, maka tangan kiri bisa memegang minyak ini dan menuangnya setetes demi setetes.

Menurut pengalaman dan diberitahu teman - teman, selama pembuatan mayonaise ini kocokan mixer kecepatan rendah harus konstan dan tidak berhenti sampai mayonaise jadi. Pastikan kocokan kuning telur telah mengembang sebelum memasukkan minyak zaitun/minyak jagungnya.

Bila hanya membaca tulisan saya diatas pasti akan kebayang ribet, tapi kalau sudah mencoba dan praktek langsung pasti akan bilang, ternyata mudah sekali cara membuat mayonaise.

Saturday, October 15, 2016

Bahayanya minum kopi

Minum kopi sudah tradisi dari jaman dulu, kakek nenekku suka minum kopi, bangun tidur aktifitas yang pertama dilalukan setelah sholat subuh pasti merebus air untuk bikin kopi. Kakek bilang lebih baik tidak makan nasi daripada tidak minum kopi. Dari sini kita bisa menganalisa, bahwa kopi bisa membuat kita ketagihan. Bahkan pernah ada kejadian yang gara gara minum kopi bisa meninggal dunia seperti yang dialami oleh saudara mirna yaitu setwlah minum kopi ber sianida.
Sobat Nida yang suka minum kopi apalagi di kafe, nggak cuma minum kopi yang ada sianidanya yang berbahaya, tapi juga kopi yang terlalu sering diminum bisa memberi efek nggak bagus buat tubuh kita loh, ini di antaranya:

1. Menjadikan kita susah tidur

Pada umumnya, orang yang ingin begadang atau memaksakan dirinya untuk begadang, selalu menjadikan kopi sebagai alasan untuk memperkuat mata agar tidak mengantuk. Namun, sebenarnya mengkonsumsi kopi terlalu banyak memang menjadikan kita susah tidur. Karenanya hal ini tentu buruk bagi tubuh. Insomnia yang terjadi pada kita justru akan membuat kita susah tidur dan terjaga sepanjang waktu. Susah tidur ini dapat memicu kurangnya stabilitas tubuh dan menjadikan tubuh menjadi lebih lemah.

2. Jantung selalu berdebar dan sering merasa gelisah

Tanpa kita sadari, terlalu banyak minum kopi justru membuat kita merasa gelisah. Kandungan kafein dalam kopi dapat memicu jantung berdetak lebih cepat, sehingga membuat kita merasa gelisah, bahkan untuk hal sepele atau untuk hal yang tidak mendesak. Kita akan lebih cepat merasa pusing dan bingung dan selalu merasa was-was. Bahkan terlalu banyak minum kopi dapat membuat tubuh menjadi gemetaran.

Dengan keadaan jantung yang selalu bergetar justru dapat mengganggu kinerja saraf otak. Untuk itu, akan lebih baik jika penderita darah tinggi dan hipertensi serta penyakit jantung agar tidak mengkonsumsi kopi.

3. Dapat memicu naiknya asam lambung dan mengganggu sistem pencernaan

Minum kopi juga dapat memicu naiknya asam lambung. Apalagi jika kita mengkonsumsi kopi di saat perut belum terisi makanan apapun, justru ini yang akan membahayakan lambung hingga akhirnya menimbulkan penyakit maag. Kopi juga dapat mengganggu proses penyerapan makanan di dalam tubuh, sehingga sistem pencernaan menjadi tidak lancar, dan kadang kala kita merasakan perut yang tidak nyaman.

Tuh Sob, jangan kebanyakan minum kopi yaa karena banyak juga bahayanya!

Semoga bermanfaat.

Tuesday, October 11, 2016

Dalam rasa

Kutuangkan rasa gelisahku disini,
Kupendam segala rasaku disini, yaa disini
Tak ada yang tahu,
Hanya aku dan dia yang tahu tempat ini,
Hanya aku dan dia yang temukan tempat ini,
Aku tak tahu, harus berbuat apa,
Aku tak tahu harus bagaimana,
Aku sungguh sangat menghargainya,
Sungguh aku tak rela rasa hati ini,
Sungguh tak tega hati ini,
Aku merusaha sekuat tenaga menjaga citranya, Dalam rasa ada beribu duka kala tak bersua,, Dalam rasa ada rindu yang harus kutahan,
Dalam rasa ada kusimpan,
Dalam rasa kuharus menjaga,
Waktu demi waktu ku untuk menemaninya,,
Tapii,
Mungkinkah semua itu,
Wajah,
Usia,
Dan jarak,
Semua menjadi kendala
Mampukah untuk bersahabat,
Malamku semakin sepi tanpa dia,
Hari-hariku seakan tiada arti tanpa dia,
Seribu rasa kupendam dalam jiwa,
Seribu rasa menghimpit dada,
Ingin rasanya ku tertidur dalam rengkuhannya,,
Berharap belaian lembut kasihnya hangatkan jiwa,
Mengarungi samodra rasa bersama,
Bergandeng tangan menghadapi segala rintangan yang ada,
Beriring jalan mengayuh harapan,
Dalam nadi berhembus nafas bersama,



Taipei, 19 Oktober 2016



Biodata penulis ;

Ghaliah faqihah, lahir 1 Oktober, wanita yang mengagungkan cinta dan selalu menjaga orang yang dicintainya seperti menjaga mutiara diujung tanduk

Roolled tahu daun singkong

Bahan :
300 gram tahu putih
100 gram daun singkong muda, rebus, peras dan campur dengan sedikit garam
Telur 1 butir untuk campuran dan 1 butir untuk pencelup
Bawang putih 1 siung, ebi 1/2 sendok teh, rendam di air panas, haluskan
Kaldu bubuk rasa ayam 1 sachet kecil / garam secukupnya
Gula pasir 1/4 sendok teh
Merica bubuk 1/4 sendok teh

Cara Membuat :

Haluskan tahu, campur dengan bawang putih & ebi halus dan bumbu-bumbu lain. Tambahkan telur, aduk rata.
Ambil beberapa lembar daun pisang atau plastik tebal. Ratakan tahu halus di atasnya
Taruh daun singkong rata menutupi tahu. Gulung dan bentuk seperti lontong.
Kukus selama 20 -30 menit hingga matang. Satu adonan bisa jadi 2 bungkus rollade.
Setelah dingin potong2 dan celupkan ke kocokan telur atau adonan tepung
Goreng hingga kuning keemasan. Sajikan.
Jangan hanya melihat resepnya saja. Anda juga bisa mempraktekkan sendiri di rumah.

Selamat mencoba,

Segala rasa

Kutuangkan rasa gelisahku disini,, kupendam segala rasaku disini, yaa disini tak ada yang tahu, hanya aku dan dia yang tahu tempat ini, hanya aku dan dia yang temukan tempat ini, aku tak tahu, harus berbuat apa, aku tak tahu harus bagaimana, aku sungguh sangat menghargainya, sungguh aku tak rela rasa hati ini,, sungguh tak tega hati ini,, aku merusaha sekuat tenaga menjaga citranya, dalam rasa ada beribu duka kala tak bersua,, dalam rasa ada rindu yang harus kutahan,, dalam rasa ada kusimpan, dalam rasa kuharus menjaga,,,

Sunday, October 9, 2016

Melodi Alam

Disaat jiwa ini tergoncang,
Menyatukan segala rasa membuncah dan membara didada,
Tak jelas apa yang terasa,
Dunia seakan berhenti berputar,
Tak rela bergerak menjauh tinggalkan nestapa,
Beriring awan berburu mendung,
Berharap mega berdendang riang.
Seiring rintik hujan menerjang mentari, Mencampakkan diri yang tak berarti,
Seribu rasa mencecar bahana,
Berkalung duka hati yang lara.
Merpati putih tiada lagi menari,
Terbang jauh tinggalkan cempaka putih,
Hanya lembut suara sang bayu merajuk dan merayu,
Mengharap perindu tebarkan rindu.
Nirwana gempita berpagar jiwa yang hampa, Berusaha tenang terangi jiwa,



Taipei, 19 Oktober 2016




Biodata penulis ;

Ghaliah faqihah, lahir 1 Oktober, seorang wanifa yang sederhana, yang mengagungkan cinta dan menjaga orang yang dicintainya, bagaikan menjaga mutiara diujuk takduk

Wednesday, October 5, 2016

Biar disini saja,

Perjalanan panjang masih belum berakhir,, ketika kaki terantuk batu, ras sakit bukan dikaki, namun dihati, dan mulut yang mengeluh,, semua berjalan tanpa ada yang menyadari, kelalaian jiwa membawa lara, berujung derita, berselubung nestapa,, berlari mencari telaga, bermuarakan samudra,,
Dalam dahaga lara yang terasa, tersampingkan ditepian bahana,, mula tiada terasa, akhir hanyalah cerita,,
Dalam degup nadi yang terhenti,, berakhir didalam peti,,

Tuesday, October 4, 2016

Gelap dalam kelam

      



Ku berusaha dan bertahan dengan hatiku,, ku ukir segala warna dalam hidupku,, ku coba tuk tak merasa sakit bila kau pergi dariku,,
Langkah demi langkah kutapakkan kakiku,
Akupun tak berani berharap engkau mau mencintaiku,
Kau tak mengenalku,, akupun tak mengenalmu,,, namun hatiku selalu berbicara,,,
Aku merasakan detak bahagia dalam gelap yang menjadikanku sebuah misteri,,
Yaach, dalam gelap aku bisa merasa,,
Dalam gelap aku bisa tahu,
Dalam gelap aku temukan,
Dalam gelap aku mendapatkan setitik cahaya,,
Walaupun akhirnya cahaya itu lenyap tergantikan terangnya hati,,,

Yaa Rokhman yaa rokhim,,,


Gelap dalam kelamku

Ku berusaha dan bertahan dengan hatiku,, ku ukir segala warna dalam hidupku,, ku coba tuk tak merasa sakit bila kau pergi dariku,,
Langkah demi langkah kutapakkan kakiku,
Akupun tak berani berharap engkau mau mencintaiku,
Kau tak mengenalku,, akupun tak mengenalmu,,, namun hatiku selalu berbicara,,,
Aku merasakan detak bahagia dalam gelap yang menjadikanku sebuah misteri,,
Yaach, dalam gelap aku bisa merasa,,
Dalam gelap aku bisa tahu,
Dalam gelap aku temukan,
Dalam gelap aku mendapatkan setitik cahaya,,
Walaupun akhirnya cahaya itu lenyap tergantikan terangnya hati,,,

Yaa Rokhman yaa rokhim,,,