Http://www.blogger.com

Sunday, November 27, 2016

DI DIRI MANUSIA

DI DIRI MANUSIA

DZATULLAH nyatanya di diri, buktinya adalah sekujur badan, yang memangku keadaan, segala hal yang menyangkut keadaan pada wujud
SIFATULLAH nyatanya adalah rupa, rupa manusia tidak ada yang sama dengan manusia lainnya, hanya satu di alam dunia, tawilnya adalah ALLAH HANYA SATU.
ASMATULLAH yang bukti di badan adalah ;
KULIT, DAGING, TULANG, SUMSUM,
menjadi lafadz Asma Allah yaitu ;
ALIF – LAM – LAM – HA.
AF’ALULLAH yaitu geraknya wujud, semuanya diringkas kepada yang empat rupa, nyatanya Dzatullahi, iaitu perkataan, sebab perkataanlah yang menjadikan semuanya, iaitu keramaian Alam zahir, adanya kemahuan manusia, sehingga menjadi bukti dengan adanya gedung, rumah, kereta dan lain lain kerana adanya bibit dari Dzat.

FIKIRKANLAH MENGENAI SEGALA APA YANG DI CIPTAKAN ALLAH, TETAPI JANGANLAH KAMU MEMIKIRKAN TENTANG DZAT ALLAH..”

FIKIRKANLAH MENGENAI SEGALA MAKHLUK ALLAH, DAN JANGANLAH KAMU MEMIKIRKAN TENTANG DZAT ALLAH, KERANA YANG DEMIKIAN MENYEBABKAN KAMU BINASA DALAM KESESATAN.

FIKIRKANLAH OLEHMU SIFAT ALLAH DAN JANGAN KAMU MEMIKIRKAN AKAN DZAT-NYA.
ALLAH MELIPUTI SEGALA SESUATU
[Al-Fushilat : 54]

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Allah , yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menyatakan yang demikian. Tak ada Tuhan melainkan Allah  Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

“Wa kawa ‘Idul Imani, wajibul wajib”

Semua umat Allah wajib marifat, harus tahu kepada iman sejati, iman yang satu iaitu kepada DZAT MAHA SUCI.

SIFAT Laisa kamishlihi syaiun adalah JAUHAR AWWAL RASULULLAH, TANDA KENYATAAN ADANYA DZAT.

JAUHAR AWWAL RASULULLAH isinya adalah RUH ILMU RASULULLAH, yang Awwal Akhir di ciptakan oleh Allah.

Ainal yakin dengan Ilmu, supaya boleh pulang, pulang kembali kepada Dzat, hakikatnya manusia berasal dari Dzat, akan tetapi manusia tidak perlu tahu kepada Dzat, tetapi carilah utusan Dzat, yang disebut Jauhar Awwal Rasulullah, inilah jalan pulang yang sempurna.

“Illa anna awalla’nafsah fardhu ‘ain”

Pertama hal ibadah adalah tahu kepada sejatinya hidup, sifat hidup harus di dapat, diri yang mana yang harus di cari? Apakah jasmani yang terlihat? Yang harus dicari adalah badan Ruhani atau Jiwa. Sejatinya syahadat adalah bibit segala rupa iaitu Jauhar Awwal [Ruh Ilmu Rasulullah] Samudra Ilmu dan Kehidupan.

“Ru’yatullahi Ta’ala fi dunya bi’ainil qolbi”

Melihat Hakikat Allah Ta’ala di Dunia oleh mata Bathin. Bila Qalbu manusia sudah dianugerahi Sifat Nur Ilmu Rasulullah, Qalbunya boleh dipakai untuk tempat melihat kepada Allah Ta’ala melalui mata Baathin kerana sudah diberitahu oleh Sifat Nur Ilmu Rasulullah, sehingga boleh merasakan nikmat dari Dunia sampai Akhirat, sudah tidak merasakan berpisah dengan Sifat Nur Ilmu Rasulullah, lantaran wujud itu. Siang dan malam Qalbu ditempati oleh Sifat Nur Ilmu Rasulullah untuk melihat Allah Ta’ala, melalui jalan Syariat, Tharikat, Hakikat dan Ma’rifat, Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih, Ushul Fiqih dan Ilmu Tasawuf.

No comments:

Post a Comment