Http://www.blogger.com

Thursday, November 24, 2016

RAHASIA KEWALIAN

Ketika Allah Swt membuat Nabi Adam, karena Allah menginginkan Nabi Adam sebagai khafillah diatas bumi, setelah Allah menyuruh selain Nabi Adam, yang mana mereka semua tidak mau menanggung tugas rahasia Allah, karena merasa tidak mampu.

Bahwa tugas manusia adalah menanggung rahsia Allah dan memulangkan rahsia tersebut di dalam keadaan yang bersih, suci seperti asalnya tatkala awal di terimanya dahulu.

Setelah dilahirkan ke muka bumi ini mulai dari kecil hingga besar manusia telah menjalani  dalam kehidupannya hingga sampailah dia meninggal dunia, mulai saat itulah maka dia harus mempertanggung jawabkan amanah yang telah diberikan iaitu sumpah janji kita dengan Allah Ta’ala.

Manusia dilahirkan dalam keadaan suci dan bersih disisi Allah, tetapi kemudian menjadi kotor dan  terhijab  hubungannya  dengan Allah  s.w.t., oleh kerana itu maka terputuslah hubungan diri batin rahsia Allah dengan diri Empunya Diri.

Keadaan seperti ini boleh diibaratkan seperti orang yang hidup sebatang kara dan berada di dalam gua yang tertutup, gelap gulita, tidak ada cahaya serta tidak ada juga jalan untuk keluar dari gua tersebut.

Hidupnya merana, resah, gelisah dan sebagainya sebelum dia dapat menemukan kembali jalan untuk keluar dari gua tersebut.

Begitu juga hubungan antara manusia dengan Allah, manusia memerlukan sinar hidayah untuk mengeluarkan dirinya dari hijab kegelapan, agar boleh kembali membuat hubungan dengan diri Empunya Diri.

Perlu diketahui bahwa hubungan antara diri Rahsia dengan diri Empunya diri harus berhubungan terus tanpa terputus dalam hidupnya selama 24 jam setiap hari dan setiap detik.

Seandainya diri kasar ( jasmani ) dapat dibuat menjadi gemuk dan sehat dengan memberi makan-makanan yang lazat seperti : daging, buah-buahan dan lain sebagainya, maka begitu juga dengan diri halus ( rohani ), dia juga memerlukan makanan yang boleh membuat dirinya menjadi segar, gemuk dan bersih.  Makanan yang dimaksudkan itu adalah zikir.  Dengan makanan zikirlah maka dia dapat berhubungan dengan diri Empunya Diri dikala nafas masih dikandung badan atau jasad dan roh belum berpisah.

Oleh kerana itu jika badan kasar manusia memerlukan minuman dan makanan agar boleh sehat, senang dan gembira, maka badan Rohani kita juga tidak terlepas daripada hal yang sama, semua itu tidak lain dan tidak bukan adalah zikrillah.

Oleh sebab itu makanan zikir ini harus kita sediakan supaya badan Rohani kita ini akan menjadi sehat, segar, suci, seimbang dengan kesehatan tubuh kasar kita.

Kebanyakan orang hanya boleh menjaga tubuh kasar ini dengan baik, kebersihan di jaga, makan minum di jaga, pakaian di jaga, pendek kata semuanya di jaga dengan baik. Tetapi mereka lupa menjaga dirinya yang satu lagi,  iaitu Rohani. Mereka membiarkan badan rohani itu terseksa, kurus kering yang akhirnya menyebabkan jiwanya, matanya, pendengarannya tertutup oleh hijab-hijab yang tebal yang mengakibatkan terputusnya hubungan dirinya dengan Empunya Diri.

Akibat terputusnya hubungan manusia  dengan Allah swt, maka muncullah sifat-sifat yang tidak baik pada diri manusia tersebut yang pada akhirnya menjauhkan dirinya dengan Empunya Diri, di samping itu timbul juga perangai-perangai yang dibenci oleh syariat dan hakikat Allah s.w.t.

Manusia seperti ini akan hilang perasaannya, hilang pertimbangannya. hilang fikiran baiknya, dan juga akan hilang akal sehatnya sehingga menyebabkan benih-benih iman pada  dirinya menjadi kotor dan  mati.  Bila saja benih-benih imannya mati maka manusia tersebut akan menjadi sesat dan lupa akan tugas utamanya dengan Allah  s.w.t. dan manusia itu diibaratkan seperti seekor bangkai yang bernyawa ataupun binatang berupa manusia.

Menyedari hal ini maka manusia harus kembali ke jalan Allah dengan cara mengenal Allah yang menjadi tuan Empunya Diri.

No comments:

Post a Comment